Wujudkan Lingkungan Bersih dan Bernilai Ekonomis: SDN Debong Tengah 2 Kota Tegal Sukses Gelar Aksi "Giat Jumat Timbang Sampah" ...
Wujudkan
Lingkungan Bersih dan Bernilai Ekonomis: SDN Debong Tengah 2 Kota Tegal Sukses
Gelar Aksi "Giat Jumat Timbang Sampah"
TEGAL — Upaya menanamkan kepedulian lingkungan
sekaligus mengampanyekan gerakan pilah sampah dari sumbernya terus digencarkan
secara masif oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Debong Tengah 2 Kota Tegal.
Memanfaatkan momentum akhir bulan, sekolah dasar yang tengah giat
bertransformasi menuju Sekolah Adiwiyata Nasional ini sukses menyelenggarakan
program lingkungan inovatif bertajuk "Giat Jumat Timbang Sampah". Kegiatan yang
dilaksanakan secara berkala pada Jumat
minggu ke-4 setiap bulannya ini, menjadi ruang pembelajaran ekologis yang
nyata, aplikatif, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
Sejak pagi hari, suasana di
area halaman dan lapangan sekolah tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa
dari kelas satu hingga kelas enam berkumpul dengan membawa kantong-kantong
berisi sampah anorganik kering yang telah dikumpulkan. Uniknya, seluruh alur
pelaksanaan kegiatan ini tidak dikomandoi langsung oleh para guru, melainkan
dikoordinatori dan dikawal secara penuh oleh para siswa yang tergabung dalam Kader Adiwiyata (Kader Wiyata)
sekolah. Keterlibatan aktif kader muda ini menjadi bukti berjalannya kaderisasi
kepemimpinan berbasis lingkungan hidup di SDN Debong Tengah 2.
Alur
Kegiatan: Dari Pungut Sampah hingga Transaksi di Bank Sampah
Pelaksanaan "Giat Jumat
Timbang Sampah" ini dirancang secara sistematis melalui beberapa tahapan
krusial guna mengedukasi siswa mengenai manajemen pengelolaan sampah yang
benar. Kegiatan dimulai dengan aksi pungut sampah bersama di seluruh sudut lingkungan
sekolah, mulai dari area ruang kelas, selasar, taman, hingga area sekitar pagar
sekolah. Aksi pungut sampah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada sampah
kering yang tercecer sekaligus menjaga estetika kebersihan lingkungan belajar.
Setelah aksi pungut sampah
selesai, tahapan berikutnya adalah pemisahan sampah. Pada fase ini, para Kader Wiyata
memandu teman-temannya untuk memilah secara ketat sampah yang telah terkumpul.
Sampah dipisahkan menjadi kategori sampah anorganik bernilai jual seperti
kertas bekas, kardus, botol plastik, dan gelas plastik. Melalui praktik
langsung ini, siswa diajak memahami bahwa sampah jika dikelola dengan benar
bukanlah akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari proses daur ulang yang
produktif.
Puncak dari kegiatan ini
adalah proses timbang sampah.
Setiap kelas membawa hasil pilahan sampah kering mereka menuju posko utama yang
telah dijaga oleh petugas Kader Wiyata. Menggunakan timbangan gantung dan
timbangan digital, sampah-sampah tersebut ditimbang dengan teliti, dicatat
bobotnya, dan dikonversi ke dalam nilai rupiah. Sampah kering, terutama yang
didominasi oleh berupa kertas
bekas dan buku-buku yang sudah tidak terpakai, kemudian dibawa dan
disetorkan secara kolektif ke Bank
Sampah mitra sekolah. Hasil tabungan dari penjualan sampah tersebut
nantinya dikembalikan kepada kas masing-masing kelas untuk digunakan bagi
keperluan kreativitas siswa.
Maksud dan Tujuan: Edukasi Ekologi dan Pembentukan Karakter Siswa
Penyelenggaraan program
"Giat Jumat Timbang Sampah" di SDN Debong Tengah 2 ini mengusung
maksud dan tujuan edukatif yang sangat mendalam. Pertama, kegiatan ini
bertujuan untuk mengurangi volume sampah anorganik di sekolah secara signifikan
melalui konsep Reduce, Reuse,
dan Recycle (3R). Dengan membiasakan siswa memilah sampah sejak dari ruang
kelas, sekolah ingin memutus rantai penumpukan sampah yang selama ini dibuang
begitu saja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kedua, dari aspek pedagogis,
kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan hijau (green entrepreneurship) dan
literasi finansial sejak dini pada diri siswa. Melalui mekanisme resmi setor
sampah ke Bank Sampah, siswa belajar memahami konsep ekonomi sirkular bahwa
barang bekas yang semula dianggap kotor dan tidak berguna ternyata memiliki
nilai ekonomis jika diolah secara cerdas.
Lebih jauh lagi, kegiatan
ini menjadi instrumen penting dalam mendukung penguatan Dimensi Profil Lulusan (DPL) Terbaru.
Dimensi Kolaborasi terbentuk
saat siswa bekerja sama dalam tim untuk memungut dan memilah sampah. Dimensi Kemandirian dan Kewargaan terasah melalui peran
aktif Kader Wiyata yang memimpin jalannya penimbangan tanpa bergantung pada
instruksi guru. Sementara dimensi Penalaran Kritis distimulasi ketika siswa menghitung
berat sampah dan mengaitkannya dengan dampak kelestarian lingkungan serta nilai
ekonomi yang dihasilkan.
Harapan Kepala Sekolah: Mengubah Perilaku Menjadi Gaya Hidup Sehat
Kepala SDN Debong Tengah 2
Kota Tegal, Asikin,
menyatakan apresiasi yang luar biasa atas tingginya antusiasme dan partisipasi
seluruh siswa dan guru dalam menyukseskan kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa
inti dari program Adiwiyata bukanlah terletak pada hiasan fisik sekolah,
melainkan pada perubahan perilaku ke arah yang lebih ramah lingkungan secara
konsisten.
"Harapan saya selaku
Kepala Sekolah, program Giat Jumat Timbang Sampah ini tidak boleh berhenti
sebagai pemenuhan dokumen Adiwiyata semata. Saya ingin kegiatan pada Jumat ke-4
ini mampu mengubah pola pikir dan perilaku anak-anak kita. Memilah sampah harus
menjadi sebuah kebutuhan dan gaya hidup, baik di lingkungan sekolah maupun saat
mereka berada di rumah bersama orang tua masing-masing. Melalui kegiatan kecil
ini, kami berharap dapat mencetak lulusan SDN Debong Tengah 2 yang tidak hanya
cerdas di bidang akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, bertanggung
jawab terhadap kelestarian bumi, serta berkarakter mulia sebagai generasi
penerus bangsa," ungkap Asikin dengan penuh optimisme.
Penutup
Aksi "Giat Jumat
Timbang Sampah" yang dilaksanakan secara konsisten oleh SDN Debong Tengah
2 Kota Tegal membuktikan bahwa pendidikan lingkungan hidup dapat dikemas secara
interaktif dan produktif. Dengan memberikan kepercayaan kepada Kader Wiyata
sebagai koordinator utama, sekolah tidak hanya berhasil menekan masalah sampah
dan menghidupkan ekosistem Bank Sampah, melainkan juga berhasil membangun
karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemandirian pada diri siswa.
Langkah konkret ini diharapkan dapat menjadi pilar kokoh yang mengantarkan SDN
Debong Tengah 2 meraih kesuksesan dalam penilaian Sekolah Adiwiyata Nasional.


