Membentuk Generasi Berkarakter Luhur Melalui Gema Istighosah dan Doa Bersama di SDN Debong Tengah 2 Kota Tegal TEGAL — Suasana syahdu dan ...
Membentuk Generasi Berkarakter Luhur Melalui Gema Istighosah dan Doa Bersama di SDN Debong Tengah 2 Kota Tegal
TEGAL — Suasana syahdu dan khidmat menyelimuti kompleks Sekolah Dasar Negeri (SDN) Debong Tengah 2 Kota Tegal pada Jumat pagi. Ratusan siswa bersama para guru dan tenaga kependidikan tampak duduk bersila dengan rapi di halaman sekolah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, zikir, dan salawat terdengar bergemuruh secara teratur, memecah keheningan pagi di kawasan pinggiran Kota Tegal tersebut. Lembaga pendidikan formal ini tidak sekadar menjalankan rutinitas akademis akademis, melainkan sedang melaksanakan salah satu program unggulan keagamaan yang dikenal sebagai kegiatan "Jumat Religi".
Sebagai institusi pendidikan dasar, SDN Debong Tengah 2 menyadari betul bahwa tantangan zaman yang dihadapi oleh generasi muda saat ini semakin kompleks. Gempuran arus informasi digital dan pergeseran nilai sosial menuntut sekolah untuk mengambil peran ekstra dalam membentengi moralitas peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan Jumat Religi diintegrasikan ke dalam kurikulum implementasi sekolah sebagai langkah nyata untuk menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) siswa sejak usia dini.
Ragam Kegiatan di Jumat Kliwon: Dari Istighosah hingga Doa Bersama
Meskipun kegiatan keagamaan ringan dilaksanakan setiap bulan, momentum paling utama dan sakral terjadi pada penanggalan Jawa khusus, yakni setiap Jumat Kliwon. Pada hari tersebut, sekolah menggelar rangkaian kegiatan ritual keagamaan yang lebih mendalam dan komprehensif. Jenis kegiatan keagamaan yang menjadi menu utama dalam Jumat Kliwon ini meliputi pembacaan Istighosah, pembacaan tahlil secara berjamaah, serta ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh guru agama.
Pelaksanaan kegiatan yang terjadwal secara konsisten setiap Jumat Kliwon ini bertujuan memberikan efek psikologis yang mendalam bagi siswa. Melalui pembacaan Istighosah, siswa diajak untuk memahami konsep berserah diri dan memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT atas segala urusan, baik urusan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pembacaan tahlil dan doa bersama diarahkan untuk menumbuhkan rasa syukur serta mendoakan kebaikan bagi diri sendiri, orang tua, para guru, dan kemajuan sekolah pada umumnya.
Sinergi Total: Keterlibatan Guru, Siswa, dan Tenaga Kependidikan
Keberhasilan dan kekhidmatan program Jumat Religi ini tidak lepas dari adanya sinergi total dari seluruh elemen sekolah. Kegiatan ini diikuti secara wajib oleh seluruh siswa dari kelas satu hingga kelas enam. Tidak ada sekat yang membatasi antara siswa reguler maupun siswa yang membutuhkan perhatian khusus; semua menyatu dalam barisan zikir yang sama.
Selain siswa, kehadiran para guru dan seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik)—mulai dari staf administrasi, pustakawan, hingga penjaga sekolah—menjadi pilar penting dalam kedisiplinan program ini. Para guru tidak hanya bertindak sebagai pengawas atau instruktur, melainkan ikut duduk bersila di tengah-tengah siswa dan larut dalam kekhusyukan doa. Kehadiran seluruh tendik ini memberikan keteladanan nyata (uswah hasanah) bagi para siswa bahwa ibadah dan pembentukan spiritualitas adalah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia, tanpa memandang usia maupun jabatan kedinasan.
Maksud dan Tujuan: Aktualisasi Terwujudnya Dimensi Profil Lulusan (DPL)
Secara filosofis, maksud dan tujuan utama dari penyelenggaraan Jumat Religi di SDN Debong Tengah 2 ini dirancang secara matang untuk mendukung pengembangan karakter siswa. Sekolah berkomitmen agar pendidikan tidak hanya melahirkan anak-anak yang pintar berhitung atau membaca, tetapi juga melahirkan anak-anak yang memiliki kesantunan budi pekerti serta integritas moral yang kokoh.
Jika dikaitkan dengan kebijakan pendidikan nasional saat ini, kegiatan ini memegang peranan krusial dalam mengaktualisasikan Dimensi Profil Lulusan. Dimensi pertama dan utama yang disasar melalui kegiatan ini adalah "Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia". Melalui kebiasaan berzikir, berdoa, dan merenung dalam Jumat Religi, siswa dilatih untuk memperkuat akhlak beragama dan akhlak pribadi mereka. Selain itu, kegiatan berkelompok ini juga menyentuh dimensi "Gotong Royong" dan "Kebinekaan Global", di mana siswa belajar untuk saling menghargai, menjaga kedamaian, dan menumbuhkan rasa empati sosial antarsesama warga sekolah.
Harapan Kepala Sekolah: Fondasi Kuat Menuju Masa Depan
Kepala SDN Debong Tengah 2 Kota Tegal, Asikin, dalam kesempatan wawancara menyatakan rasa bangga dan harapan besarnya terhadap keberlangsungan program Jumat Religi ini. Menurut beliau, pembentukan karakter melalui pendekatan agama harus dimulai sejak anak-anak berada di bangku sekolah dasar, karena pada fase inilah fondasi kepribadian seseorang sedang dibentuk secara permanen.
"Harapan saya selaku Kepala Sekolah, kegiatan Jumat Religi ini tidak boleh hanya menjadi sekadar formalitas atau rutinitas seremonial belaka. Saya ingin nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kalimat tayyibah, istighosah, dan doa yang kita panjatkan bisa membekas di dalam hati sanubari anak-anak. Saya berharap kebiasaan baik ini dapat melahirkan lulusan SDN Debong Tengah 2 yang tidak hanya unggul secara akademis di Kota Tegal, tetapi juga memiliki benteng iman yang kuat, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang jujur, amanah, dan berbakti kepada orang tua serta negara di masa depan," tegas Asikin dengan penuh optimisme.
Penutup
Kegiatan Jumat Religi yang dilaksanakan oleh SDN Debong Tengah 2 Kota Tegal merupakan sebuah potret keberhasilan inovasi pendidikan berbasis karakter di tingkat dasar. Dengan memanfaatkan momentum spiritual seperti Jumat Kliwon, sekolah telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang religius, harmonis, dan kondusif bagi tumbuh kembang emosional anak. Semoga konsistensi dan komitmen yang ditunjukkan oleh seluruh warga sekolah ini dapat terus dipertahankan, serta mampu menginspirasi lembaga-lembaga pendidikan lainnya untuk terus memprioritaskan pendidikan moral dan spiritual demi masa depan generasi emas Indonesia.